Terdapat beberapa cara atau metode yang dapat digunakan untuk mengukur kadar penggunaan pengawet nitrit. yang pertama adalah metode kolorimetri, dimana metode ini memiliki kelebihan yaitu caranya yang sederhana dan murah yaitu hanya dilihat dari perbandingan warna saja, namun kekurangannya warna harus dibedakan dengan cermat, karena perbedaan warna hanya bersumber dari pengamatan visual analis. yang kedua adalah metode kromatografi seperti HPLC, metode ini diketahui memiliki sensitivitas tinggi karena dapat mengukur konsentrasi yang sangat kecil, namun instrumen HPLC relatif sangat mahal dan biaya analisisnya tinggi, serta harus dikerjakan oleh orang yang sangat terampil. terakhir adalah metode yang paling umum digunakan yaitu metode spektrofotometri, yaitu metode spektrofotometri UV-Vis. Metode ini memiliki keuntungan dibandingkan instrumentasi lain karena caranya yang sederhana, dapat mengukur konsentrasi yang kecil, panjang gelombang dapat diselektifkan, dan umumnya tidak terlalu menghabiskan waktu. metode yang menggunakan dasar reaksi diazotasi adalah metode spektrofotometri UV- Vis dimana, dalam penggunaan nya digunakan garam diazonium yang akan direaksikan dengan naftiletilendiamin sampai membentuk warna ungu merah, lalu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 546,00 nm. konsumsi nitrit maupun nitrat berlebihan memang tidak disarankan karena dapat menyebabkan keracunan maupun secara tidak langsung bersifat karsinogenik.
pernyataan ini saya kutip dari jurnal yang bersumber dari https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/18179/1/Maulida%20Juliana,%20170704011,%20FST,%20KIM,%20085207108871.pdf
Saudari menyampaikan aktivitas antimikroba yang luas senyawa phenyllactic acid memberikan potensi yang sangat besar dibidang kesehatan dan industri makanan, pernyataan tersebut selaras dengan kutipan jurnal yang saya dapat yaitu asam fenilasetat atau phenylacetic acid (PAA) merupakan prekursor terbaik untuk produksi penisilin yang merupakan antibiotik untuk mengatasi gejala infeksi awal. Pertanyaan saya bagaimana cara menentukan bahwa phenylacetic acid mampu membantu produksi suatu obat antibiotik?
menurut jurnal penelitian yang saya temukan, jadi senyawa phenylacetic acid ini digunakan dalam produksi obat antibiotik (penisilin) untuk membantu meningkatkan yield. Nah dalam proses tersebut media fermentasi akan ditambahkan prekursor, perkursor yang digunakan disini yaitu phenylacetic acid yang digunakan untuk memproduksi penisilin G. Produktivitas penisilin G sangat dipengaruhi oleh parameter-parameter metabolik seperti laju pembentukan produk, laju penggunaan karbon, oksigen, nitrogen, phospat, sulfat dan precursor phenylacetic acid. karena untuk mendapatkan produk penisilin G yang maksimum, maka proses fermentasi harus dilakukan dengan parameter-parameter metabolik yang optimum pula. Parameter-parameter metabolik optimum tersebut dapat diaplikasikan untuk kepentingan peningkatan yeild penisilin hingga dihasilkan produk penisilin G yang maksimum dan pengendalian proses fermentasi yang lebih baik.
Terdapat beberapa cara atau metode yang dapat digunakan untuk mengukur kadar penggunaan pengawet nitrit. yang pertama adalah metode kolorimetri, dimana metode ini memiliki kelebihan yaitu caranya yang sederhana dan murah yaitu hanya dilihat dari perbandingan warna saja, namun kekurangannya warna harus dibedakan dengan cermat, karena perbedaan warna hanya bersumber dari pengamatan visual analis. yang kedua adalah metode kromatografi seperti HPLC, metode ini diketahui memiliki sensitivitas tinggi karena dapat mengukur konsentrasi yang sangat kecil,
BalasHapusnamun instrumen HPLC relatif sangat mahal dan biaya analisisnya tinggi, serta
harus dikerjakan oleh orang yang sangat terampil. terakhir adalah metode yang paling umum digunakan yaitu metode spektrofotometri, yaitu metode spektrofotometri UV-Vis. Metode ini memiliki keuntungan dibandingkan instrumentasi lain karena caranya yang sederhana, dapat mengukur konsentrasi yang kecil, panjang gelombang dapat diselektifkan, dan umumnya tidak terlalu menghabiskan waktu. metode yang menggunakan dasar reaksi diazotasi adalah metode spektrofotometri UV- Vis dimana, dalam penggunaan nya digunakan garam diazonium yang akan direaksikan dengan naftiletilendiamin sampai membentuk warna ungu merah, lalu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 546,00 nm. konsumsi nitrit maupun nitrat berlebihan memang tidak disarankan karena dapat menyebabkan keracunan maupun secara tidak langsung bersifat karsinogenik.
pernyataan ini saya kutip dari jurnal yang bersumber dari https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/18179/1/Maulida%20Juliana,%20170704011,%20FST,%20KIM,%20085207108871.pdf
HapusSaudari menyampaikan aktivitas antimikroba yang luas senyawa phenyllactic acid memberikan potensi yang sangat besar dibidang kesehatan dan industri makanan, pernyataan tersebut selaras dengan kutipan jurnal yang saya dapat yaitu asam fenilasetat atau phenylacetic acid (PAA) merupakan prekursor terbaik untuk produksi penisilin yang merupakan antibiotik untuk mengatasi gejala
BalasHapusinfeksi awal. Pertanyaan saya bagaimana cara menentukan bahwa phenylacetic acid mampu membantu produksi suatu obat antibiotik?
menurut jurnal penelitian yang saya temukan, jadi senyawa phenylacetic acid ini digunakan dalam produksi obat antibiotik (penisilin) untuk membantu meningkatkan yield. Nah dalam proses tersebut media fermentasi akan ditambahkan prekursor, perkursor yang digunakan disini yaitu phenylacetic acid yang digunakan untuk memproduksi penisilin G. Produktivitas penisilin G sangat dipengaruhi oleh parameter-parameter metabolik seperti laju pembentukan produk, laju penggunaan karbon, oksigen, nitrogen, phospat, sulfat dan precursor phenylacetic acid.
Hapuskarena untuk mendapatkan produk penisilin G yang maksimum, maka proses fermentasi harus dilakukan dengan parameter-parameter metabolik yang optimum pula. Parameter-parameter metabolik optimum tersebut dapat diaplikasikan untuk kepentingan peningkatan yeild penisilin hingga dihasilkan produk penisilin G yang maksimum dan pengendalian proses fermentasi yang lebih baik.