Golongan Senyawa Pemberi Rasa Pedas dan Pahit

 link video kelompok 5B  : https://www.youtube.com/watch?v=wtAg4t4M9aE

Komentar

  1. https://ojs.unimal.ac.id/cejs/article/view/6391/pdf

    Pada jurnal penyaji, ekstraksi oleoresin dilakukan pada suhu
    ekstraksi 70 dan 80°C.
    Pada jurnal pembanding saya dikatakan bahwa "suhu yang terlalu berlebihan dapat merusak komponen penyusun
    oleoresin yang tidak tahan dengan suhu di atas 60⁰ C atau suhu tertinggi 80⁰C".
    Jadi bagaimana pendapat anda dan bagaimana solusi atas perbedaan pernyataan dari kedua jurnal terkait hal tersebut? Apakah ekstraksi oleoresin pada penelitian di jurnal anda yang menggunakan suhu diatas suhu 60°C itu tidak berpengaruh buruk terhadap hasil ekstraksinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. disini saya menggunakan jurnal dari penanya untuk menjawab pertanyaan

      jadi pada saat mengekstraksi oleoresin, itu suhu sangat mempengaruhi hasil banyak nya rendemen yg akan di dapat. di dalam jurnal anda tadi disebutkan bahwa kenaikan suhu tersebut menyebabkan pori pori padatan akan lebih mengembang, jadi pelarut akan lebih mudah masuk dan berdifusi kedalam padatan ampas jahe. sehingga oleresin yang berinteraksi semakin besar dan menyebabkan terjadinya perpindahan massa solut lebih besar dari padatan umpan menuju ke dalam pelarut, dan karena hal tersebut, akan memudahkan oleoresin terekstrak dari bahan baku. Disebutkan juga bahwa semakin tinggi suhu ekstraksi, malah akan semakin banyak pula rendemen oleoresin yang akan dihasilkan. Pertanyaan anda mengenai apakah perbedaan suhu tidak berpengaruh buruk itu tidak, karena dalam jurnal anda itu tertera bahwa suhu tertinggi dalam proses ekstraksi adalah maksimal 80° C. Jadi, untuk solusi nya, saat akan melakukan proses ekstraksi senyawa oleoresin, suhu rata - rata yang bisa digunakan adalah antara 60°C sampai maksimal 80°C. jika lebih dari 80°C itu, komponen dari senyawa oleoresin bisa rusak.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. dijelaskan pada video penyaji bahwa oleoresin berperan dalam menentukan aroma dan rasa dengan menggunakan tiga faktor yakni pelarut etanol, suhu ekstraksi, dan waktu ekstraksi. Pada jurnal yang saya temukan mengatakan bahwa mutu oleoresin dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni ukuran bahan, suhu ekstraksi, waktu ekstraks, metode ekstraksi, dan juga jenis pelarut. Pelarut yang paling baik adalah pelarut etanol untuk mengekstraksi oleoresin lebih banyak. yang ingin saya tanyakan bagaimanakah pengaruh hasil ekstraksi apabila pelarut yang digunakan telah sesuai yakni etanol namun waktu ekstraksi dan metode ekstraksi yang digunakan tidak sesuai? apakah hal tersebut akan mempengaruhi hasil oleoresin yang didapat atau tidak?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini