Dalam video anda menyebutkan bahwa larutan standar sekunder NaOH terlebih dahulu dilakukan standarisasi dengan larutan standar primer asam oksalat (H2C2O4) sehingga mendapar kadar NaOH dengan normalitas 0,05. Jelaskan mengapa larutan NaOH tersebut harus dilakukan standarisasi dengan larutan asam oksalat?
Proses standarisasi larutan sendiri harus dilakukan ketika melakukan proses titrasi menggunakan sampel larutan standar sekunder. Larutan standar sekunder biasanya bersifat tidak stabil jika disimpan dalam waktu yang lama. Sedangkan larutan standar primer biasanya memiliki sifat yang jauh lebih stabil jika disimpan dalam waktu yang lama. Nah karena dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel larutan NaOH maka NaOH perlu dilakukan standarisasi terlebih dahulu. Karena larutan NaOH merupakan larutan baku sekunder yang cenderung tidak stabil dan dapat berubah konsentrasinya jika disimpan dalam waktu lama. Singkatnya proses standarisasi larutan dilakukan untuk mengetahui konsentrasi larutan secara akurat. Dalam penelitian ini untuk menstandarisasi NaOH, digunakan larutan asam oksalat sebagai titrat karena larutan asam oksalat merupakan larutan primer yang konsentrasinya diketahui secara pasti dan tidak higroskospis.
baik, saya mengerti penjelasan anda bahwa larutan standarisasi dilakukan karena larutan primer jauh lebih stabil dibanding dengan larutan standar sekunder yang cenderung tidak stabil serta dapat berubah konsentrasinya. Nah, apakah larutan NaOH tersebut ini hanya bisa distandarisasi dengan larutan standar primer seperti asam oksalat saja atau dapat diganti dengan larutan standar primer lainnya?
Disebutkan bahwa penetapan kadar asam total dilakukan dengan proses standarisasi, apakah penentuan kadar asam total dapat dilakukan dengan metode lain? Bagaimana caranya
Karena proses menentukan kadar asam total dalam penelitian ini menggunakan prinsip titrasi asam basa. Jadi sebelum melakukan proses titrasi tersebut, terlebih dahulu larutan NaOH harus di standarisasi, karena sifat nya yang merupakan larutan baku sekunder, sehingga konsentrasi larutan NaOH tersebut belum stabil, jadi tujuan proses standarisasi ini dilakukan agar ketika melakukan proses titrasi konsentasi larutan larutan sampel yang digunakan dapat diketahui dengan pasti dan tepat. selain itu juga larutan baku sekunder NaOH ini bersifat hidroskopik yaitu sifat yang mudah menyerap air dan unsur udara, makanya harus dilakukan proses standarisasi agar larutan tersebut jauh lebih stabil ketika akan melakukan proses titrasi. Dan untuk metode lain belum dapat ditemukan dengan pasti pengganti dari proses standarisasi larutan tersebut
Dalam video anda menyebutkan bahwa larutan standar sekunder NaOH terlebih dahulu dilakukan standarisasi dengan larutan standar primer asam oksalat (H2C2O4) sehingga mendapar kadar NaOH dengan normalitas 0,05. Jelaskan mengapa larutan NaOH tersebut harus dilakukan standarisasi dengan larutan asam oksalat?
BalasHapusProses standarisasi larutan sendiri harus dilakukan ketika melakukan proses titrasi menggunakan sampel larutan standar sekunder. Larutan standar sekunder biasanya bersifat tidak stabil jika disimpan dalam waktu yang lama. Sedangkan larutan standar primer biasanya memiliki sifat yang jauh lebih stabil jika disimpan dalam waktu yang lama. Nah karena dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel larutan NaOH maka NaOH perlu dilakukan standarisasi terlebih dahulu. Karena larutan NaOH merupakan larutan baku sekunder yang cenderung tidak stabil dan dapat berubah konsentrasinya jika disimpan dalam waktu lama. Singkatnya proses standarisasi larutan dilakukan untuk mengetahui konsentrasi larutan secara akurat. Dalam penelitian ini untuk menstandarisasi NaOH, digunakan larutan asam oksalat sebagai titrat karena larutan asam oksalat merupakan larutan primer yang konsentrasinya diketahui secara pasti dan tidak higroskospis.
Hapusbaik, saya mengerti penjelasan anda bahwa larutan standarisasi dilakukan karena larutan primer jauh lebih stabil dibanding dengan larutan standar sekunder yang cenderung tidak stabil serta dapat berubah konsentrasinya. Nah, apakah larutan NaOH tersebut ini hanya bisa distandarisasi dengan larutan standar primer seperti asam oksalat saja atau dapat diganti dengan larutan standar primer lainnya?
HapusSelain dapat distandarisasi menggunakan asam oksalat, proses standarisasi NaOH bisa juga menggunakan kalium phtalat
HapusDisebutkan bahwa penetapan kadar asam total dilakukan dengan proses standarisasi, apakah penentuan kadar asam total dapat dilakukan dengan metode lain? Bagaimana caranya
BalasHapusKarena proses menentukan kadar asam total dalam penelitian ini menggunakan prinsip titrasi asam basa. Jadi sebelum melakukan proses titrasi tersebut, terlebih dahulu larutan NaOH harus di standarisasi, karena sifat nya yang merupakan larutan baku sekunder, sehingga konsentrasi larutan NaOH tersebut belum stabil, jadi tujuan proses standarisasi ini dilakukan agar ketika melakukan proses titrasi konsentasi larutan larutan sampel yang digunakan dapat diketahui dengan pasti dan tepat. selain itu juga larutan baku sekunder NaOH ini bersifat hidroskopik yaitu sifat yang mudah menyerap air dan unsur udara, makanya harus dilakukan proses standarisasi agar larutan tersebut jauh lebih stabil ketika akan melakukan proses titrasi. Dan untuk metode lain belum dapat ditemukan dengan pasti pengganti dari proses standarisasi larutan tersebut
Hapus