baik jadi jika dalam jurnal yg penyaji tampilkan itu menggunakan objek hewan uji berjenis betina, sedangkan pada jurnal yg penanya tampilkan itu menggunakan hewan uji berjenis kelamin jantan, nah hal tersebutlah lah yang menyebabkan adanya perbedaan hasil dari reaksi senyawa fitoesterogen untuk hewan jantan dan hewan betina
mengapa dapat terjadi perbedaan hasil tersebut, karena senyawa fitoestrogen golongan isoplavon genistein menyebabkan dampak negatif terhadap kesuburan karena berpotensi menggagalkan pembuahan. karena senyawa genistein jika bereaksi dengan akrosom sperma akan menyebabkan kerusakan dinding sel pada kromosom sehingga akan menyebabkan sperma mati dan menurunkan fertilitas. jika pada hormon hipotalamus - hipofilis hewab betina, hormon esterogen dapat meningkatkan massa poliferasi endometrium. berbeda hal nya dengan yang terjadi pada hormon hipotalamus - hipofilis jantan, karena pengaruh pemberian fitoesterogen akan menyebabkan produksi testosteron itu menurun. penurunan testosteron dapat menyebabkan transpor sperma sehinggal sperma yang dihasilkan belum matang dan menyebabkan jumlah sperma epidifimis berkurang sehingga kualitas sperma hewan tersebut menurun.
jadi, pengaruh penambahan senyawa fitoesterogen pada hewan berkelamin jantan itu berpengaruh pada viabilitas serta motilitas sperma namun untuk jumlah sperma yng dihasilkan nya tetap normal.
Berdasarkan jurnal pertama yang anda tampilkan, terdapat perbedaan hasil setiap perlakuan pada 5 mencit. Dimana pemberian ekstrak kedelai memiliki rataan ketebalan endometrium yang berbeda jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Dan apakah semakin besar dosis yang diberikan maka efeknya akan semakin besar pula terhadap ketebalan endometrium mencit?
baik jadi berdasarkan pertanyaan dengan jurnal yang ditunjukkan penanya, tentang perbedaan ketebalan endometrium pada mencit kontrol dengan mencit perlakuan, jadi berdasarkan jurnal yang saya sajikan, pada mencit kontrol itu tidak diberikan ekstrak kedelai, sedangkan pada mencit yang mengalami perlakuan itu diberikan ekstrak kedelai sesuai dengan jumlah dosis yang di tetapkan.
Nah jadi mengapa terjadi perbedaan rataan ketebalan edometrium karena pengaruh panambahan ekstrak kedelai pada saat perlakuan, ekstrak kedelai sendiri mengandung senyawa fitoesterogen yang mana senyawa tersebut memiliki aktivitas estrogenik dan bekerja pada reseptor (hormon) esterogen di dalam tubuh hewan.nah hormon esterogen inilah yang dapat mempengaruhi perkembangan lapisan endometrium pada uterus.
baik jadi jika dalam jurnal yg penyaji tampilkan itu menggunakan objek hewan uji berjenis betina, sedangkan pada jurnal yg penanya tampilkan itu menggunakan hewan uji berjenis kelamin jantan, nah hal tersebutlah lah yang menyebabkan adanya perbedaan hasil dari reaksi senyawa fitoesterogen untuk hewan jantan dan hewan betina
BalasHapusmengapa dapat terjadi perbedaan hasil tersebut, karena senyawa fitoestrogen golongan isoplavon genistein menyebabkan dampak negatif terhadap kesuburan karena berpotensi menggagalkan pembuahan. karena senyawa genistein jika bereaksi dengan akrosom sperma akan menyebabkan kerusakan dinding sel pada kromosom sehingga akan menyebabkan sperma mati dan menurunkan fertilitas. jika pada hormon hipotalamus - hipofilis hewab betina, hormon esterogen dapat meningkatkan massa poliferasi endometrium. berbeda hal nya dengan yang terjadi pada hormon hipotalamus - hipofilis jantan, karena pengaruh pemberian fitoesterogen akan menyebabkan produksi testosteron itu menurun. penurunan testosteron dapat menyebabkan transpor sperma sehinggal sperma yang dihasilkan belum matang dan menyebabkan jumlah sperma epidifimis berkurang sehingga kualitas sperma hewan tersebut menurun.
jadi, pengaruh penambahan senyawa fitoesterogen pada hewan berkelamin jantan itu berpengaruh pada viabilitas serta motilitas sperma namun untuk jumlah sperma yng dihasilkan nya tetap normal.
Berdasarkan jurnal pertama yang anda tampilkan, terdapat perbedaan hasil setiap perlakuan pada 5 mencit. Dimana pemberian ekstrak kedelai memiliki rataan ketebalan endometrium yang berbeda jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Dan apakah semakin besar dosis yang diberikan maka efeknya akan semakin besar pula terhadap ketebalan endometrium mencit?
BalasHapusbaik jadi berdasarkan pertanyaan dengan jurnal yang ditunjukkan penanya, tentang perbedaan ketebalan endometrium pada mencit kontrol dengan mencit perlakuan, jadi berdasarkan jurnal yang saya sajikan, pada mencit kontrol itu tidak diberikan ekstrak kedelai, sedangkan pada mencit yang mengalami perlakuan itu diberikan ekstrak kedelai sesuai dengan jumlah dosis yang di tetapkan.
HapusNah jadi mengapa terjadi perbedaan rataan ketebalan edometrium karena pengaruh panambahan ekstrak kedelai pada saat perlakuan, ekstrak kedelai sendiri mengandung senyawa fitoesterogen yang mana senyawa tersebut memiliki aktivitas estrogenik dan bekerja pada reseptor (hormon) esterogen di dalam tubuh hewan.nah hormon esterogen inilah yang dapat mempengaruhi perkembangan lapisan endometrium pada uterus.