dari yang telah disinggung dri pengukuran kadar fe contohnya pada tablet tambah darah. tablet tambah darah umumnya memiliki warna merah. jika dilakukan penentuan kadar fe dari tablet ini, bagaimana perubahan warna yang menandakan titik akhir titrasi pada penentuan kadar tersebut?
tablet penambah darah yang umumnya berwarna merah, dalam hal ini ketika proses titrasi berlangsung, khusus nya ketika menggunakan metode permanganat titik akhir dari proses titrasi ditunjukkan dengan perubahan warna dari bening menjadi merah muda sekali. Nah warna merah muda ini ditimbulkan akibat dari kelebihan ion permanganat. Satu tetes saja kelebihan ion permanganat, biasanya akan menimbulkan warna merah muda yang cukup jelas terlihat. Sedangkan itu untuk titik akhir titrasi dari penggunaan metode serimetri penentuan titik akhir titrasi menggunakan indikator Feroin. indikator feroin merupakan kompleks merah terang yang terbentuk dari ortofenantrolin basa dan ion besi (II). Nah tanda dari tercapainya titik akhir titrasi dalam metode ini cukup mudah karena terjadi perubahan warnanya cukup signifikan yakni dari merah menjadi biru pucat
Pada video dijelaskan metode serimetri perlu menggunakan indikator tambahan saat proses titrasi, untuk mengatasi kekurangan tersebut bagaimana cara kita mengetahui dan menentukan indikator tambahan yg cocok untuk proses titrasi tersebut? Apa saja indikator tambahannya?
Benar, salah satu dari kekurangan dari penggunaan metode serimetri adalah dalam menentukan kapan munculnya titik akhir titrasi, pada metode ini dibutuhkan indikator tambahan. Nah biasanya indikator yang dibutuhkan yaitu adalah ortofenantrolin sebagai indikatornya. Namun pada penelitian yang dilakukan penulis jurnal, mereka menggunakan feroin sebagai Indikatornya. Feroin ini merupakan indikator yang kompleks dan berwarna merah terang, indikator ortofrantrolin ini terbentuk dari kombinasi ortofenantrolin basa dengan ion besi (II).
mengapa pada uji perbandingan penggunaan metode permanganometri dan serimetri yang menggunakan larutan fe2+ awalnya larutan fe2+ 100 ppm harus dilakukan pengenceran terlebih dahuliu menjadi 5 ppm? apakah tidak bisa menggunakan larutan fe2+ 100 ppm? jelaskan alasan mengapa jika tidak bisa.
Dalam suatu proses standarisasi larutan biasanya dilakukan proses pengenceran dengan tujuan yaitu agar konsentrasi larutan menjadi berkurang. Nah apabila konsentrasi larutan menjadi berkurang atau semakin kecil, maka akan dapat menurunkan laju tumbukan gesekan antar molekul. Hal tersebut berlaku juga untuk pengenceran dari larutan Fe2+ yang awalnya berkonsentrasi 100 ppm kemudian dilakukan pengenceran hingga menjadi konsentrasi 5 ppm. Mengapa tidak enggunakan larutan Fe2+ dengan konsentrasi 100 ppm? karena untuk mempermudah meningkatkan keakuratan takaran dari penggunaan suatu sampel. Pengenceran juga dilakukan dengan tujuan memperbesar nilai derajat ionisasi. Semakin encer larutan maka derajat ionisasi semakin besar dan semakin pekat larutan maka derajat ionisasi semakin kecil. Jadi, pengenceran mempengaruhi besar kecilnya derajat ionisasi.
bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan hasil dari kedua metode tersebut? dan apa yang membedakan hasil akurasi dari setiap metode tersebut?
- Metode permanganometri Dimana faktor - faktor potensial oksidasinya sangat dipengaruhi oleh adanya kepekatan ion hidrogen akan tetapi konsentrasi ion mangan (II) pada persenyawaan diatas tidak terlalu berpengaruh terhadap potensial redoks, karena konsentrasi ion mangan (II) sendiri mampu mereduksi ion permanganat. Dalam suasana asam reaksi permanganometri biasanya berjalan sangat lambat, tetapi masih cukup cepat untuk memucatkan warna dari permanganat setelah reaksi sempurna. Jadi umunya titrasi dilakukan dalam lingkungan asam karena lebih mudah mengamati titik akhirnya. - Metode serimetri Untuk metode serimetri ini sendiri faktor yang sangat mempengaruhi ketepatan hasil adalah pemilihan indikator tambahan, pemilihan indikator tambahan ini harus tepat dikarenakan larutan yang biasanya digunakan untuk proses dalam metode ini tidak dapat digunakan untuk menentukan kapan seharusnya titik titrasi berakhir. Dari kedua metode diatas untuk hasil akhir yang didapat pada penelitian ini sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya penggunaan indikator eksternal yang dibutuhkan saat melakukan metode serimetri yang mendukung hasil akhir tercapainya titik akhir titrasi sehingga persen recovery yang didapat lebih besar dari pada metode permanganometri yang tidak menggunakan indikator eksternal (tambahan)
dari yang telah disinggung dri pengukuran kadar fe contohnya pada tablet tambah darah. tablet tambah darah umumnya memiliki warna merah. jika dilakukan penentuan kadar fe dari tablet ini, bagaimana perubahan warna yang menandakan titik akhir titrasi pada penentuan kadar tersebut?
BalasHapustablet penambah darah yang umumnya berwarna merah, dalam hal ini ketika proses titrasi berlangsung, khusus nya ketika menggunakan metode permanganat titik akhir dari proses titrasi ditunjukkan dengan perubahan warna dari bening menjadi merah muda sekali. Nah warna merah muda ini ditimbulkan akibat dari kelebihan ion permanganat. Satu tetes saja kelebihan ion permanganat, biasanya akan menimbulkan warna merah
Hapusmuda yang cukup jelas terlihat. Sedangkan itu untuk titik akhir titrasi dari penggunaan metode serimetri penentuan titik akhir titrasi menggunakan indikator Feroin. indikator feroin merupakan kompleks merah terang yang terbentuk dari ortofenantrolin basa dan ion besi (II). Nah tanda dari tercapainya titik akhir titrasi dalam metode ini cukup mudah karena terjadi perubahan warnanya cukup signifikan yakni dari merah menjadi biru pucat
Pada video dijelaskan metode serimetri perlu menggunakan indikator tambahan saat proses titrasi, untuk mengatasi kekurangan tersebut bagaimana cara kita mengetahui dan menentukan indikator tambahan yg cocok untuk proses titrasi tersebut? Apa saja indikator tambahannya?
BalasHapusBenar, salah satu dari kekurangan dari penggunaan metode serimetri adalah dalam menentukan kapan munculnya titik akhir titrasi, pada metode ini dibutuhkan indikator tambahan. Nah biasanya indikator yang dibutuhkan yaitu adalah ortofenantrolin sebagai indikatornya. Namun pada penelitian yang dilakukan penulis jurnal, mereka menggunakan feroin sebagai Indikatornya. Feroin ini merupakan indikator yang kompleks dan berwarna merah terang, indikator ortofrantrolin ini terbentuk dari kombinasi ortofenantrolin basa dengan ion besi (II).
Hapusmengapa pada uji perbandingan penggunaan metode permanganometri dan serimetri yang menggunakan larutan fe2+ awalnya larutan fe2+ 100 ppm harus dilakukan pengenceran terlebih dahuliu menjadi 5 ppm? apakah tidak bisa menggunakan larutan fe2+ 100 ppm? jelaskan alasan mengapa jika tidak bisa.
BalasHapusDalam suatu proses standarisasi larutan biasanya dilakukan proses pengenceran dengan tujuan yaitu agar konsentrasi larutan menjadi berkurang. Nah apabila konsentrasi larutan menjadi berkurang atau semakin kecil, maka akan dapat menurunkan laju tumbukan gesekan antar molekul. Hal tersebut berlaku juga untuk pengenceran dari larutan Fe2+ yang awalnya berkonsentrasi 100 ppm kemudian dilakukan pengenceran hingga menjadi konsentrasi 5 ppm. Mengapa tidak enggunakan larutan Fe2+ dengan konsentrasi 100 ppm? karena untuk mempermudah meningkatkan keakuratan takaran dari penggunaan suatu sampel. Pengenceran juga dilakukan dengan tujuan memperbesar nilai derajat ionisasi. Semakin encer larutan maka derajat ionisasi semakin besar dan semakin pekat larutan maka derajat ionisasi semakin kecil. Jadi, pengenceran mempengaruhi besar kecilnya derajat ionisasi.
Hapusbagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan hasil dari kedua metode tersebut? dan apa yang membedakan hasil akurasi dari setiap metode tersebut?
BalasHapus- Metode permanganometri
HapusDimana faktor - faktor potensial oksidasinya sangat dipengaruhi oleh adanya kepekatan ion hidrogen akan tetapi konsentrasi ion mangan (II) pada persenyawaan diatas tidak terlalu berpengaruh terhadap potensial redoks, karena konsentrasi ion mangan (II) sendiri mampu mereduksi ion permanganat. Dalam suasana asam reaksi permanganometri biasanya berjalan sangat lambat, tetapi masih cukup cepat untuk memucatkan warna dari permanganat setelah reaksi sempurna. Jadi umunya titrasi dilakukan dalam lingkungan asam karena lebih mudah mengamati titik akhirnya.
- Metode serimetri
Untuk metode serimetri ini sendiri faktor yang sangat mempengaruhi ketepatan hasil adalah pemilihan indikator tambahan, pemilihan indikator tambahan ini harus tepat dikarenakan larutan yang biasanya digunakan untuk proses dalam metode ini tidak dapat digunakan untuk menentukan kapan seharusnya titik titrasi berakhir.
Dari kedua metode diatas untuk hasil akhir yang didapat pada penelitian ini sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya penggunaan indikator eksternal yang dibutuhkan saat melakukan metode serimetri yang mendukung hasil akhir tercapainya titik akhir titrasi sehingga persen recovery yang didapat lebih besar dari pada metode permanganometri yang tidak menggunakan indikator eksternal (tambahan)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus